Tak Sebatas Nostalgia
Fesyen

Tak Sebatas Nostalgia

Tren retro di industri fesyen mencerminkan perubahan signifikan dalam preferensi konsumen. Hal ini memunculkan banyak kampanye dengan konsep retro branding dengan tujuan menghidupkan kembali warisan masa lalu dan membangun ikatan emosional konsumen masa kini.

OlehDyandramitha Alessandrina

Dalam beberapa tahun terakhir, minat yang besar terhadap tren vintage fashion telah melanda dunia fesyen. Pakaian dan aksesori dengan gaya masa lalu, terutama era 80-an dan 90- an, kembali menjadi tren yang mendominasi panggung fesyen. Fenomena ini mencerminkan perubahan signifikan dalam preferensi konsumen, yang kini semakin tertarik pada fesyen yang klasik dan cenderung timeless.

Di tengah gejolak tren yang cepat berubah, konsep fesyen yang timeless menjadi semakin menarik. Konsumen modern tidak hanya mencari pakaian yang terlihat bagus, tetapi juga menginginkan investasi jangka panjang yang akan tetap elegan seiring berjalannya waktu. Dalam hal ini, merek fesyen perlu merefleksikan keindahan yang tak lekang oleh waktu melalui desain-desain yang bersifat klasik.

Untuk menjawab tantangan ini, banyak merek fesyen mulai melirik strategi retro branding. Strategi ini tidak sekadar menghidupkan kembali warisan merek, tetapi juga menciptakan koneksi emosional dengan konsumen. Melalui strategi ini, merek dapat menggali keunikan desain-desain lama yang menjadi ciri k

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.