Retro Branding

Retro Branding

Menjual nostalgia masa lalu menjadi salah satu pendekatan pemasaran yang ampuh di masa kini. Selain mampu membangun ikatan emosional dengan konsumen,  pendekatan retro ini rupanya digemari oleh segmen baru Gen Z.

OlehSigit Kurniawan

Belakangan ini, tren retro banyak terlihat di berbagai kesempatan. Banyak merek di era kekinian melakukan pendekatan ini dalam strategi branding maupun marketing mereka. Entah itu dalam bentuk produk, layanan, aktivasi, desain, pengalaman, dan sebagainya.

Beberapa merek misalnya menggelar aktivasi dan mensponsori kegiatan-kegiatan yang mengusung elemen nostalgia, seperti festival generasi 90-an, konser musik dengan lagu-lagu lama, pameran mobil klasik, fesyen tempo dulu, dan sebagainya. Ada pula merek-merek yang kembali menghadirkan produk dengan kemasan lama namun disemati teknologi baru, menggelar kampanye pemasaran bergaya retro, dan masih banyak lagi.

Secara umum, Retro Branding dipahami sebagai aktivitas branding dengan pendekatan retro yang mengusung elemenelemen masa lalu atau nostalgia. Elemen-elemen retro tersebut dihadirkan kembali dalam konteks kekinian. Beberapa merek melakukan strategi ini dengan meluncurkan kembali produk-produk lama di era sekarang dengan beberapa pembaruan. Mereka bisa juga menerapkan strategi ini dalam kampanye pemasaran mereka

Advertise Marketeers Max

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.