Potensi Tanah Jarang Indonesia

Potensi Tanah Jarang Indonesia

Tanah jarang atau Rare Earth Elements (REE) saat ini menjadi komoditas yang diperebutkan banyak negara besar untuk bahan baku baterai listrik, smartphone, hingga peralatan militer. Siapa sangka harta karun ini ternyata banyak terkandung di perut Indonesia.

OlehTri Kurnia Yunianto

Awal mula komoditas ini diperebutkan banyak negara dimulai ketika tahun 2009 Cina melakukan monopoli terhadap tanah jarang. Kala itu, Negeri Tirai Bambu menguasai 97% tanah jarang dunia yang membuat negara lain khawatir akan terjadinya krisis. Sejak saat itu, perlombaan menguasai tanah jarang pun terjadi hingga sekarang.

Secara umum, harga tanah jarang cukup mahal dan diperebutkan seluruh negara industri. Sehingga banyak negara yang memandang komoditas ini sangat seksi. Berdasarkan data tradingeconomics, tanah jarang dikategorikan sebagai neodymium yang dihargai sebesar 505.000 yuan Cina per ton pada perdagangan 17 Januari 2024.

Adapun nilai tersebut setara dengan Rp 1,1 miliar (kurs Rp 2.193,07 per yuan). Secara tahunan (year-on-year/yoy), harganya cenderung turun sebesar 47,67%. Sedangkan secara bulanan (month-to-month/mtm) harganya cenderung turun sebesar 11,4%.

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.