Kisahkan dengan Data
Storytelling with Data

Kisahkan dengan Data

Merek bisa memanfaatkan data maupun angka untuk brand storytelling. Sebut saja data pertumbuhan, jumlah outlet, total pelanggan, dan sebagainya. Fun facts ini bisa dikemas dalam menjadi cerita yang lebih menyakinkan. 

 

OlehTri Kurnia Yunianto

Memadukan visualisasi data dengan narasi yang menarik sangat membantu audiens untuk bisa memahami pesan yang disampaikan pemasar. Cara seperti ini akan memudahkan audiens untuk mengingat pesan. Pemasar dan konsumen pun semakin dekat lantaran cerita yang disajikan berdasarkan data yang relevan dengan kehidupan konsumen.

Platform infografis Venngage memotret pentingnya data untuk membangun cerita bagi pemasar melalui survei yang bertajuk Data Storytelling in Marketing: Benchmark Report 2021. Venngage melakukan survei terhadap 338 pemasar yang menggunakan layanannya tentang bagaimana data memengaruhi tujuan pemasaran perusahaan. Selain itu, cerita berbasis data menjadi alat pemasaran yang penting selama bertahun-tahun.

Bagi seorang pemasar, data merupakan kunci mendapatkan penjualan. Sebab, ini menjadi alat yang sangat berguna karena membantu pemasar menunjukkan, bukan sekadar memberi tahu. Data bisa membuktikan efektivitas suatu produk, dominasi pasar suatu perusahaan, atau manfaat suatu produk.

Dari hasil survei, pengaruh data bagi pemasar paling besar yaitu untuk membangun loyalitas pelanggan dengan pe

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.