Brand Storytelling
10 Must Not Miss Themes

Brand Storytelling

Metode bercerita menjadi senjata ampuh merek dalam menyampaikan pesan. Era digital saat ini menyuguhkan aneka teknologi sebagai enabler yang membuat brand story lebih imersif, viral, dan berdampak. 

OlehSigit Kurniawan

Di era persaingan konten yang superkompetitif, merek harus bisa standout dan memiliki diferensiasi yang jelas. Selain itu, saat ini, sekadar hadir dan muncul ke publik saja tidaklah cukup bagi merek. Merek harus bisa membangun brand story yang kuat sekaligus berdampak. Apalagi time span atau rentang waku manusia untuk memperhatikan sesuatu hanya delapan detik. 

Secara sederhana, brand storytelling dimengerti sebagai upaya pemanfaatan cerita untuk menyampaikan pesan-pesan pemasaran dari sebuah merek. Ini merupakan sebuah seni menciptakan engagement dengan pelanggan melalui cerita yang menyentuh dalam rangka menyampaikan pesan, karakter, visi-misi, atau nilai-nilai merek tersebut. 

Metode bercerita ini cukup populer karena memiliki keunggulan dibanding dengan model komunikasi pemasaran lainnya. Cerita, misalnya, memiliki kemampuan untuk menggerakkan orang karena mampu menyentuh sisi emosionalnya. 

Robert McKee, dalam buku terlarisnya Story: Substance, Structure, Style, and the Principle of Screenweiting (Harper-Collins, 1997) mengatakan cerita mampu meme

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.