Prospektif dengan Catatan
Industri Perbankan

Prospektif dengan Catatan

Industri perbankan memiliki fundamental yang cukup kuat. Di sisi lain, beberapa industri mulai menunjukkan tren pertumbuhan. Ditambah lagi, sektor usaha kecil dan menengah (UKM) telah menggeliat.

OlehDyandramitha Alessandrina

Di tengah ancaman resesi ekonomi global, industri perbankan diperkirakan masih cukup prospektif pada tahun 2023. Sebab, ancaman ini tidak secara langsung berdampak pada industri ini. Namun demikian, pertumbuhan industri perbankan mungkin tidak sebaik tahun 2022.

Chandra Bagus Sulistyo, Praktisi Perbankan BUMN dan Pemerhati Ekonomi, Sosial dan Digital Ekosistem memperkirakan bahwa industri perbankan masih bisa bertumbuh. Apalagi, industri ini cukup kuat dan memiliki fundamental yang terbilang bagus. Meskipun begitu, mitigasi risiko harus benar-benar dijalankan dengan seksama.

“Harapannya, tahun depan tetap bisa tumbuh. Terbukti, pada tahun 2021, ketika industri lain mengalami kontraksi, bahkan negatif pertumbuhannya, tetapi industri perbankan masih tumbuh cukup kuat. Namun, perlu memerhatikan bagaimana permintaan likuiditas dolar. Lalu, transaksi yang harus diberikan kepada korporasi besar terkait valas juga perlu diperhatikan,” ujar Chandra kepada Marketeers.

Ia memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit tahun depan berada di kisaran 7%-10%. Menurutnya, kenaik

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.