Butuh Kecepatan dan Kehati-hatian
Outlook Makro

Butuh Kecepatan dan Kehati-hatian

Perekonomian nasional maupun global tahun 2023 diperkirakan mengarah pada ketidakpastian. Ancaman inflasi, gangguan rantai pasok, naiknya harga minyak dunia, hingga situasi geopolitik global yang berkecamuk akan terus mengintai pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

OlehTri Kurnia Yunianto

Selama lebih dari 2,5 tahun ini, pandemi COVID-19 telah memukul perekonomian dunia. Bahkan, dampaknya jauh lebih buruk dari krisis ekonomi yang pernah terjadi sebelumnya. Setelah pandemi secara perlahan tertangani, ekonomi dunia kembali terguncang oleh meroketnya harga minyak dunia akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

Pandemi telah menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi berada di level 5,02%. Kemudian, pada tahun 2020 terkontraksi hingga -2,07%. Namun, pada tahun 2021 kembali pulih di angka 3,69% dan diprediksi bisa mencapai 5,2% pada akhir tahun 2022. (Grafik 1)

Image or Photo Marketeers Max

Pada tahun 2023, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,3% hingga 5,9%. Namun, pertumbuhan ekonomi masih dihadapkan dengan tan

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.