Berdayakan Toko Kelontong Jadi Modern

Berdayakan Toko Kelontong Jadi Modern

Toko kelontong merupakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) yang terjepit keberadaan minimarket atau toko ritel modern yang menjamur di berbagai wilayah.

Toko kelontong merupakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) yang terjepit keberadaan minimarket atau toko ritel modern yang menjamur di berbagai wilayah. Selain menawarkan berbagai macam kebutuhan rumah tangga, minimarket hadir layaknya supermarket yang bersih dan nyaman.

Data Euromonitor yang dihimpun United States Department of Agriculture (USDA) menunjukkan jumlah gerai minimarket terus bertambah meski tidak signifikan. Pada tahun 2017, jumlah minimarket baru ada 31.488 di Indonesia, kini bertambah menjadi 38.323 gerai untuk tahun 2021.

Berbanding terbalik dengan toko kelontong yang mengalami penurunan sekitar 1 juta menjadi 3,57 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya tahun 2017 yang sebesar 4,57 juta gerai. Meski begitu, faktanya aktivitas penjualan eceran di Indonesia masih didominasi ritel tradisional. 

Euromonitor mencatat pada tahun 2021 total nilai penjualan toko kelontong mencapai US$ 53,6 miliar, sedangkan untuk ritel modern hanya US$ 53,6 miliar. Dari data itu menunjukkan keberadaan toko kelontong masih memiliki tempat terse

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.